Kamis, 22 April 2010

Mengatasi anak yang tidak Mau Menulis

Sebagaian anak yang berusia dibawah 5 tahunatau balita yang sedang duduk di bangku TK baik TK A ataupun TK B, pasti mengalamai banyak kesulitan dalam belajar terutama dalam hal menulis. Menulis merupakan pelajaran awal yang harus di kuasai anaka selain belajar membaca yakni menguasai berbagai macam huruf abjad dan angka.


Sebagai guru yang baik pasti akan merasakan keresahan terhadap anak yang tidak mau menulis begitupun saya yang notabene bekerja sebagi seorang pendidik yang membawai sebuah lembaga bimbingan belajar. Oleh karena itu kita akan berusaha sekeras mungkin untuk menemukan metode yang cocok agar si anak mau kembali lagi dalam belajar menulis.

Untuk mencari sebuah solusi maka kita harus menemukan dulu sumber masalahnya. Baiklah mari kita bahas sama sama akar permasalahan tersebut.

Pertama, Menulis membutuhkan tenaga dan otak. Apabila anak belumsarapan ketika sekolah maka pupuslah sudah apabila anak di suruh melakukan aktivitas yang mengeluarkan tenaga. Karena menulis menggunakan tangan dan tangan yang bergerak pasti menyerap tenaga yang ada dalam tubuh maka sumber tenaga tersebut harus di adakan yaitu dengan sarapan pagi.

Jangan lupa dengan memberikan makanan yang banyak mengandung protein karena proteinlah yang banyak di butuhkan apabila kita sedang belajar. Selain itu juga mengganti sel sel yang rusak ddalam tubuh. Dengan memberikan makanan yang mengandung protein secara teratur dapat di pastikan anak akan ringan dalam menulis.

Kedua, metode yang di gunakan tidak tepat. Anak anak cenderung menyukai metode yang berhubungan dengan game dan berbasiskan cerita. Maka sebgai orang tua ataupun guru yang baik kita harus fokus pada kedua metode tersebut.

Ketiga, teman yang menyenangkan. Teman disini adalah guru dan siswa lainnya yang satu kelas. Jika temannya atau gurunya menyenangkan maka proses belajar akan lancar, sebaiknya jika temannya membosankan maka belajar di pastikan akan terhambat.

Itulah berbagai masalah yang harus kita selesaikan dan pecahkan, agar anak didik kita menjadi siswa yang pandai dan jauh dari kemalasan. Selain itu kita harus masuk kedalam hati anak terkait barang atau kegiatan yang paling di sukai. Karena hal itu yang akan dibahas bersama dengan si anak, agar belajar menjadi menyenangkan dan terasa hidup.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

belajar